Imajinasi dan Kenyataan, Apa Bedanya?

Imajinasi merupakan sebuah daya pikir untuk membayangkan (dalam angan-angan) atau menciptakan gambar (lukisan, karangan, dan sebagainya) kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang secara umum.

Istilah ini secara teknis digunakan dalam psikologi sebagai proses membangun kembali persepsi dari suatu benda yang lebih dulu diberi persepsi pengertian.

Semenjak penggunaan istilah ini bertentangan dengan yang dimiliki bahasa biasa, beberapa psikolog lebih menyebut proses ini sebagai “menggambarkan” atau “gambaran” atau sebagai suatu reproduksi yang bertentangan dengan imajinasi “produktif” atau “konstruktif”.

Gambaran citra dimengerti sebagai sesuatu yang dilihat oleh “mata pikiran”.

Suatu hipotesis untuk evolusi imajinasi manusia adalah bahwa hal itu memperbolehkan setiap makhluk yang sadar untuk memecahkan masalah (dan oleh karena itu meningkatkan fitness) perseorangan oleh penggunaan simulasi jiwa.

Lalu, apa beda dari imajinasi dan kenyaatan?

 

Imajinasi dan Kenyataan

Imajinasi dan Kenyataan, Apa Bedanya?

Imajinasi adalah sebuah kerja akal dalam mengembangkan suatu pemikiran yang lebih luas dari apa yang pernah dilihat, dengar, dan rasakan.

Dengan imajinasi, manusia mengembangkan sesuatu dari kesederhanaan menjadi lebih bernilai dalam pikiran.

Ia dapat mengembangkan sesuatu dari Ciptaan Tuhan dalam pikirannya. Dengan tujuan untuk mengembangkan suatu hal yang lebih bernilai dalam bentuk benda, atau sekadar pikiran yang terlintas dalam benak. Alfan Arrasuli (2001)

Adapun istilah dari Imajinasi Dalam mengerjakan soal Fisika adalah berpikir secara abstrak apa yang telah tertulis dan tersirat.

Imajinasi adalah gambaran dan visualisasi dari dalam otak yang berupa gambaran, suara, dan rasa. (St. Gentlefolk (2013))

Manusia dalam mengarungi perjalanan hidupnya senantiasa di penuhi rasa ingin tahu tentang realitas yang berhubungan dengan dirinya dan alam,sebab itu apa saja yang di saksikannya selalu memotivasi dirinya untuk mengetahui lebih jauh dan lebih dalam.

Pada tingkat ini kinerja akal manusia mulai mulai bergerak ke arah yang lebih jauh memahami hakikat realitas wajud, penyaksian dan pengamatan alam natural mulai bersifat imajinatif.

Namun untuk sampai pada sebuah garakan imajinasi yang tepat dan benar mestilah di dukung oleh prinsip-prinsip akal.

Imajinasi-dan-Kenyataan

Sifat imajinasi sendiri terdiri dari dua bentuk yaitu imajinasi konstruktif / produktif. Ini merupakan pengaturan ulang dari masa lalu menjadi pola yang baru.

Sifat ini juga tidak membuat elemen atau bahan gambar namun mereproduksi elemen pengalaman masa lalu serta membentuknya menjadi sebuah kombinasi yang baru.

Imajinasi sendiri buka reproduksi yang tepat dari pengalaman di masa lalu. Isi dari pengalaman masa lalu akan diproduksi dan digabungkan menjadi bentuk yang baru.

Imajinasi juga dibagi menjadi 8 jenis, yaitu:

  • Imajinasi pasif

Pikiran relative pasif dan tak berusaha untuk membuat gambar. Gambar nantinya akan muncul dari diri sendiri ke pikiran kemudian dikombinasikan secara otomatis dari kekuatan sugestif.

  • Imajinasi Aktif

Pikiran akan berusaha untuk membuat sebuah gambar sehingga bisa menerima konten dari pengalaman di masa lalu kemudian menggabungkannya ke sebuah pola yang baru.

  • Imajinasi Reseptif

Pikiran akan berusaha menggambar adegan yang ingin dibuat. Bahan imajinasi serta urutan kombinasinya akan disarankan untuk pikiran dari luar.

  • Imajinasi Kreatif

Pikiran akan membuat situasi imajiner yang menghasilkan gambar baru dari bahan yang diterima dari dalam diri kemudian mengaturnya menjadi urutan yang baru.

Imajinasi-dan-Kenyataan

  • Imajinasi Intelektual

Melayani tujuan pengetahuan yang biasa disebut juga dengan imajinasi kognitif.

  • Imajinasi Praktis

Memiliki tujuan praktis yang disebyut dengan imajinasi pragmatis dan dikenadalikan dengan kondisi objektif.

  • Imajinasi Estetika

Jenis yang memuaskan dorongan estetika.

  • Imajinasi Gambar

Memori merupakan imajinasi reproduksi dan ini menjadi reproduksi yang tepat dari pengalaman di masa lalu yang terdiri dari mereproduksi elemen pengalaman di masa lalu kemudian dibagi menjadi pola yang baru.

 

Itulah informasi lengkap mengenai imajinasi dan kenyataan. Semoga bermanfaat.